Saya bergabung dengan Student Community (SC) di LP3I College pada tahun pertama perkuliahan sebagai bagian dari upaya untuk mengembangkan diri di luar kegiatan akademik. SC merupakan wadah mahasiswa yang bertujuan untuk mengasah keterampilan, memperluas relasi, serta membangun kekompakan antar mahasiswa.
Di dalam SC, saya tergabung dalam salah satu divisi bernama HAIC, yang berfokus pada pengembangan minat dan hobi mahasiswa melalui berbagai aktivitas bersama. Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah olahraga futsal, yang menjadi sarana untuk membangun kerja sama tim sekaligus menjaga keseimbangan antara aktivitas akademik dan non-akademik.
Meskipun keterlibatan saya lebih banyak pada partisipasi aktif dalam kegiatan dibandingkan peran teknis atau struktural, pengalaman ini memberikan saya banyak pembelajaran, terutama dalam hal beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun relasi, serta memahami dinamika kerja sama dalam tim.
Melalui interaksi yang konsisten dengan berbagai karakter individu, saya belajar bagaimana menyesuaikan diri, berkomunikasi dengan lebih efektif, dan menjadi bagian dari lingkungan yang suportif. Pengalaman ini menjadi salah satu fondasi dalam mengembangkan kemampuan interpersonal yang juga saya terapkan dalam pengalaman kerja dan pengembangan diri lainnya.
Saya aktif sebagai bagian dari Pemuda Glee Madat Ceudah, sebuah organisasi kepemudaan yang berfokus pada kegiatan sosial, keagamaan, serta pengembangan kebersamaan di lingkungan masyarakat.
Selama bergabung, saya terlibat dalam berbagai kegiatan seperti perayaan Maulid Nabi, musabaqah, serta perayaan Hari Kemerdekaan (17 Agustus) yang diselenggarakan secara meriah dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Dalam kegiatan 17 Agustus, kami merancang berbagai perlombaan yang bertujuan untuk membangun kebersamaan dan menciptakan suasana yang penuh semangat di tengah masyarakat.
Dalam setiap kegiatan tersebut, saya sering dipercaya untuk menangani bidang publikasi dan dokumentasi (pubdok), memanfaatkan kemampuan dasar saya dalam fotografi untuk mengabadikan momen serta mendukung kebutuhan dokumentasi organisasi. Peran ini menuntut saya untuk peka terhadap momen, memahami alur acara, serta mampu menangkap sisi terbaik dari setiap kegiatan yang berlangsung.
Selain peran teknis, saya juga aktif dalam diskusi dan rapat organisasi. Saya terbiasa mengamati kondisi di lapangan, memahami dinamika tim, serta memberikan saran dan masukan berdasarkan hasil observasi tersebut. Pendekatan ini membantu saya dalam berkontribusi tidak hanya secara teknis, tetapi juga dalam pengambilan keputusan secara sederhana di dalam tim.
Dalam prosesnya, saya menghadapi berbagai tantangan seperti koordinasi antar anggota, keterbatasan sumber daya, serta kondisi yang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Namun, melalui komunikasi dan kerja sama yang baik, setiap kegiatan dapat terlaksana dengan lancar.
Selain kegiatan utama organisasi, saya juga pernah terlibat dalam aksi sosial bersama tim pemuda, yang kemudian menjadi salah satu pengalaman volunteer yang memberikan dampak besar bagi saya secara pribadi.
Melalui pengalaman ini, saya belajar untuk bekerja dalam tim, berkomunikasi secara efektif, serta mengembangkan kemampuan observasi dan analisis dalam konteks sosial. Bagi saya, organisasi ini menjadi ruang untuk berkembang sekaligus berkontribusi bagi lingkungan sekitar.
Saya terlibat sebagai relawan dalam aksi bantuan saat terjadi banjir di Aceh, sebuah pengalaman yang memberikan dampak besar terhadap cara pandang saya terhadap kepedulian sosial dan kerja tim di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, saya tidak hanya bertugas sebagai dokumentasi, tetapi juga ikut terlibat langsung dalam proses distribusi bantuan. Saya membantu mengangkat dan menyalurkan barang kebutuhan kepada masyarakat terdampak, serta berinteraksi langsung dengan warga untuk memastikan bantuan dapat diterima dengan baik.
Kondisi di lapangan saat itu cukup berat, dengan situasi yang ramai, tidak teratur, dan penuh tekanan. Banyaknya warga yang membutuhkan bantuan dalam waktu bersamaan membuat proses distribusi harus dilakukan dengan cepat namun tetap terarah. Dalam situasi tersebut, saya belajar untuk tetap tenang, membaca kondisi sekitar, serta menyesuaikan tindakan agar tetap efektif di tengah keterbatasan.
Secara pribadi, pengalaman ini memberikan kesan yang sangat mendalam. Saya merasakan langsung bagaimana kondisi masyarakat yang terdampak, yang tidak hanya membutuhkan bantuan secara fisik, tetapi juga perhatian dan kepedulian. Interaksi langsung dengan warga menjadi salah satu momen yang paling membekas, karena saya dapat melihat secara nyata dampak dari kontribusi yang kami berikan.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa organisasi tidak hanya tentang kegiatan formal, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat luas melalui berbagai inisiatif sosial.
Melalui berbagai kegiatan, saya belajar pentingnya kolaborasi dan komunikasi efektif dalam mencapai tujuan bersama.
Semua pengalaman ini membentuk karakter dan memberikan pembelajaran berharga yang akan saya bawa dalam perjalanan hidup dan karir saya.
Melalui kegiatan ini, saya belajar bahwa kerja tim, empati, dan kemampuan beradaptasi sangat penting dalam situasi darurat. Pengalaman ini juga memperkuat nilai dalam diri saya untuk tidak hanya berkembang secara individu, tetapi juga mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi lingkungan sekitar.